Mendung Putih

 8 September 2010 Awalnya kupikir, kehadiranmu akan singgah sejenak saja. Hanya sekedar melepas lelah di dermaga rinduku yang ham...
5 September 2010 Lantaimu penuh debu, kujejaki pelan sampai ke tebing. Di seberang bahkan jingga mulai menerang. Kau tak pernah b...
3 Februari 2012 Menyanjungmu dalam gundah, kerlip bintang di dunia. Setelah kulepas semua anganku tuk ikut bercahaya. Biar lelap ...
6 November 2010 Detik melangkah lagi tanpa salam, enggan menatapku dalam, rasa sendiri itu.. Kutanam separuh usiaku pada bayang m...
5 November 2010 Dalam kabut itu, hanya sunyi temanku sepanjang perjalanan. Udara sudah terlalu beku, bahkan untuk mengucap salam ...
5 November 2010 Kelak kan kuberikan sepucuk mahkota dari beningnya, yang telah kujanjikan sejak namamu terpatri dalam benak. Seti...
4 November 2010 Seputih salju yang jatuh menuruni lereng bukit berbatu, begitu tentrammu pada igauku. Malam kau berjalan dengan si...
Tak seperti Desember lalu Dalam aksara, hangat nafasmu masih terasa Menyatu setiap pamit meminta waktu Petang nanti ku kan pulang...
Denting itu seperti sengaja ingin bertamu Di pipiku, setiap debu yang terbang Bersandar pada cahaya di lantai beranda Sunyi t...
Mungkin tak sempat kau lihat, binar yang menatapmu redup Dari balik sekat, rinduku berubah terlalu Perih dalam malam...
Tahukah engkau? setiap riuh ini menggamitku pergi Selalu kucari kembali setapak menuju rumahmu Yang kian tak berada di sana Hilang...
Dan kau, mungkin masih sepintas terang Jejak kata yang kupahat tenang Tanpa dendam Sebab cinta yang mendengar Setia pada tegar y...