Mendung Putih

Mungkin tak sempat kau lihat, binar yang menatapmu redup Dari balik sekat, rinduku berubah terlalu Perih dalam malam...
Tahukah engkau? setiap riuh ini menggamitku pergi Selalu kucari kembali setapak menuju rumahmu Yang kian tak berada di sana Hilang...
Dan kau, mungkin masih sepintas terang Jejak kata yang kupahat tenang Tanpa dendam Sebab cinta yang mendengar Setia pada tegar y...
Andai serpih detikmu masih ingin menanti Mungkin nafas takkan mewarna udara di kota ini Sebab walau hanya dari seberang mimpi Gerak...
Engkau masih denganku Suara yang meski tanpa jawaban, selalu datang dan memanggil Bukan aku enggan terjaga, namun aku takut bila...
Saban gulita sepekat ini, engkau tak mengepakkan sayap Barangkali, hari ini jutaan bintang kan padam, begitu firasat kita Namun tak ...
Kau tak tahu betapa rindu jemari ini, merengkuh hangat setiap nyawa kembali singgah tuk sementara. Selimut yang kau sulam dari mimpi ...
Tak ada yang ingin, sungguh Memandangmu menepi, setelah jauh kau berlari Dalam nafas, dalam detakmu Cinta tak bersuara Kata ...
Dan, resah lalu dalam puisi. Sepintas imaji sempurna tentang yang bertaut, terpetik samar lalu singgah, betah berlama-lama... Saks...
Biar, biar hembus lembut waktu menyisir helai sisa yang mati, namun tak bisu yang tangannya bersambut yang abadi Biar ...
Mendung, kudengar bumi tengah berpesta warna. Riangnya menggamit gelak tawa, milik  yang senantiasa bahagia. Kulihat senyum singgah di...
Bukan tentang atap yang dihujam hujan pagi kemarin, namun hangatmu, tak ubah separuh cokelat di dalam cangkir retak milikku. Dari balik...