Mendung Putih

Engkau Masih Di Sini






Engkau masih denganku
Suara yang meski tanpa jawaban, selalu datang dan memanggil
Bukan aku enggan terjaga, namun aku takut bilamana jejakku tak rupawan
Aku takut bila ternyata binarku tak sebening dahulu

Sendiri, kau tahan hujan di setiap dekap damai
Namun dalam tentramnya, kudengar sunyi menyimpan air mata
Di dadamu, tempat terteduh bagi cemasku
Hingga pejam dapat kau jaga, senantiasa

Aku tak ingin kau tinggalkan
Begitu yang hatiku tahu
Namun bersamaku pula, langit takkan kehilangan kelabu
Dan aku tak mau

Engkau masih di sini, berjingkat pelan menuju pintu
Sesekali mengusap rambutku, lewat angin yang menggugurkan malam

Engkau masih di sini, dalam gelap yang meninabobokanku
Dalam rindu yang tak penat membuka mata
Tiap semerbakmu menuntun langkahku
Menuju pusaramu

No comments

Post a Comment