Mendung Putih

Epilog




Tidurlah, senja
Biar kujaga saja jinggamu petang ini
Kutahu hangatmu padam tiada sisa
Hingga dekapmu tak seerat biasa..

Dalam air mata yang tak kau seka, kubaca kisah tentang taman-taman indah
Esok aku akan menggantung sayap di jendela, dan menemanimu sejenak
Menghabiskan puisi dalam senyum tipis milikmu

Walau aku sedikit lupa, untuk siapa batin ini terbuka
Namun esok masih menyisipkan sedikit kata
Buatmu, separuh nyawa nan terlupa, di persinggahan semata
Paling tidak, demikian yang ingin kupercaya

Tidurlah, senja
Bukankah telah bertahun lamanya, kau buai aku tanpa menghentikan nada?
Bukankah sampai pada epilog di titik pengakhirannya,
kisah kita kan datang menghadapku tanpa perlu banyak meminta? 

Jangan risaukan aku,
nanti Tuhan kan menyambut tanganku, seperti dalam do'amu
nanti ia kan menjawab, lewat jalan terbaik yang kau rahasiakan

untukku

untuk kami

menjemputmu

No comments

Post a Comment